February 26, 2014

Rational Comprehensive

Jika kita berbicara mengenai Perencana atau Planner, maka hal yang akan sangat berkaitan yaitu pola pikir "rational comprehensive".Apa yang dimaksud dengan pola pikir rational comprehensive?

Dalam mata kuliah Teori Perencanaan disebutkan bahwa "Pola pikir rational comprehensive merupakan ciri dari seorang planner, yaitu bagaimana seorang planner dapat menjelaskan secara rasional kepada disiplin ilmu yang lain mengenai perencanaan secara menyeluruh". Dengan kata lain pola pikir ini merupakan bagaimana planner dapat menjelaskan suatu rencana kepada orang lain secara menyeluruh sehingga dapat diimplementasikan dengan baik.

Berkaitan dengan hal tersebut, selama saya menjalani kegiatan baik pada saat perkuliahan maupun saat di himpunan saya selalu dihadapkan dengan bagaimana menggunakan pola pikir rational comprehensive. Salah satu mata kuliah yang sangat membutuhkan penggunaan pola pikir tersebut adalah Studio. Studio dalam jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITB yang telah saya jalani terbagi menjadi Studio Proses, Studio Perencanaan Tapak, Studio Perencanaan Kota, dan Studio Perencanaan Wilayah. Studio merupakan mata kuliah dimana kita diberikan tugas untuk membuat suatu rencana pada kawasan tertentu hingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota. Dalam tahapan penyusunan rencana kita harus melakukan identifikasi persoalan, merumuskan tujuan dan sasaran, melakukan survey, serta melakukan analisis. Untuk menyusun suatu rencana diperlukan pemahaman secara menyeluruh sehingga kita dapat merencanakan sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut. Apabila dalam proses perencanaan kita melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi persoalan, maka pada dasarnya rencana yang kita susun dapat dibilang tidak akan menjawab persoalan yang terjadi. Hal ini merupakan indikasi terjadinya Error tipe 3, dimana hipotesis yang diberikan salah sehingga tidak dapat menyelesaikan persoalan.

Ketika saya berkegiatan di himpunan mungkin tidak secara jelas menerapkan apa yang dikatakan dalam teori yang dijelaskan sebelumnya, namun dalam berkegiatan di himpunan saya terbiasa menggunakan pola pikir rasional menyeluruh. Pada dasarnya berkegiatan di himpunan terbagi menjadi kepanitiaan dan divisi yang menjalankan program kerja tertentu. Ketika kita berkegiatan sebagai panitia suatu program kerja misalnya Syukuran Wisuda yang setiap tahunnya diadakan pada bulan April, Juli, dan Oktober diharuskan untuk menjelaskan konsep acara kepada seluruh anggota dalam forum (baik hearing maupun sosialisasi acara). Hal ini merupakan proses dimana panitia merasionalkan apa yang ada dalam pikirannya terhadap acara yang akan dibawa kepada para anggota yang nantinya akan menjalankan acara tersebut. Dalam proses ini digunakan pola pikir rasional menyeluruh agar perencanaan terhadap suatu acara dapat dimengerti oleh orang-orang yang nantinya akan menjalankan hal tersebut. Salah satu hal besar lainnya yang menuntut pola pikir rasional menyeluruh adalah saat berjalannya Rapat Anggota yang diadakan saat menyusun Proker Kepengurusan maupun saat memberikan Laporan Pertanggung Jawaban Kepengurusan. Rapat Anggota wajib dihadiri oleh seluruh anggota dan merupakan kekuatan pengambil keputusan tertinggi di himpunan. Dalam proses Rapat Anggota diperlukan suatu penjelasan yang rasional dan menyeluruh sehingga apa yang dibahas dapat dimengerti dan diterima oleh seluruh anggota.

Apabila kita semua sadari, pola pikir rasional dapat kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, bukan hanya dalam perencanaan wilayah dan kota namun dalam hal-hal lainnya. Misalnya bagaimana kita menjelaskan kepada keluarga mengenai mimpi dan tujuan yang kita inginkan sehingga dapat direstui atau bagaimana kita menjelasakan mengenai rencana liburan kepada teman-teman. Yang terpenting dalam konsep pola pikir rasional adalah bagaimana kita dapat meyakinkan orang lain atas apa yang kita ingin lakukan, just simple as that.

No comments:

Post a Comment