July 25, 2013

Flashback

Sedikit bernostalgia mengenai mimpi saat-saat SMA hehehe
Ketika saya berjuang untuk mengejar mimpi untuk masuk Institut Teknologi Bandung, saya mengikuti Ujian Saringan Masuk ITB atau dikenal sebagai USM ITB pada tahun 2010 (sekarang sudah tidak ada). Dalam Ujian Saringan Masuk ITB terdapat tes psikotes dan tes kemampuan akademik.  Berikut ini merupakan karangan sebagai salah satu tes psikotes mengenai ketertarikan terhadap jurusan pilihan. Saat itu saya masih sangat bermimpi untuk masuk jurusan Arsitektur ITB.



Saya sangat tertarik terhadap studi arsitektur. Sejak kecil saya sudah hobi menggambar dan rancang-merancang. Kemudian saya berpikir untuk mengembangkan hobi saya dalam bidang keilmuan. Hasilnya, studi arsitektur yang menjadi pilihan saya untuk melanjutkan pendidikan. Selanjutnya saya memiliki hasrat untuk mengembangkan dunia arsitektur di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Ketertarikan saya pada menggambar dimulai dari membaca komik Jepang (manga). Ketika itu, saya juga mulai berpikir tentang pendidikan di masa depan. Kemudian saya tertarik melihat bangunan-bangunan unik dan merasa kagum terhadap dunia arsitektur. Akhirnya, saya ingin mempelajari lebih jauh lagi mengenai studi arsitektur. Saya sadar studi arsitektur tidak hanya sekadar perancangan belaka dan saya siap untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan studi arsitektur.

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB memiliki segala aspek yang saya perlukan untuk mendalami dunia arsitektur. Saya terutama ingin mendalami studi Perancangan Arsitektur. Selain memperoleh pengetahuan terkait studi arsitektur, saya yakin studi di ITB dapat memperkaya wawasan saya. Saya memiliki sebuah impian yaitu dapat membuat bangunan unik yang akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia. Dengan SAPPK ITB, saya berharap dapat lebih dekat pada pencapaian impian saya.

Setelah saya lulus kuliah saya ingin menjadi Arsitek profesional. Dalam 6 tahun dari sekarang saya berencana untuk melanjutkan studi di “AA School of Architecture’’, Inggris dan mengambil graduate program ”Sustainable Environmental Design’’. Setelah mendalami pendidikan lebih lanjut, saya akan kembali ke Indonesia dan berencana untuk memberi warna pada dunia arsitektur Indonesia. Semoga apa yang saya dapatkan saat melanjutkan pendidikan dapat memperkaya khazanah arsitektur Indonesia di masa yang akan datang.


Kurang lebih begitulah karangan yang saya tulis ketika Ujian. Alhamdulillah, kemudian saya berhasil mencapai mimpi saya untuk masuk SAPPK ITB, yang didalamnya terdapat jurusan Arsitektur dan jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun, mimpi saya untuk masuk jurusan Arsitektur ketika SMA dulu tidak tercapai, karena saya pada akhirnya saya  masuk Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun hal itu bukan berarti saya gagal, melainkan menemukan mimpi yang baru lagi. Ternyata saya lebih merasa mimpi saya lebih bisa dicapai melalui jurusan PWK. Ternyata bila ditelusuri lagi mimpi-mimpi itu tidak sepenuhnya saklek dari kita kecil sampe dewasa, namun mimpi kita akan terus berevolusi. Seiring berjalannya waktu dan menjalani kegiatan kita pun pada akhirnya menemukan mimpi-mimpi (baik kecil maupun besar) untuk kehidupan kita. Jadi jangan pernah berhenti bermimpi karena dengan mimpi itulah kita punya motivasi untuk melakukan sesuatu dan berusaha untuk mencapainya :D