May 9, 2011

ketetapan hati akan jurusan

Pertanyaan besar pada setiap mahasiswa tahun pertama di ITB adalah  
"MAU MASUK JURUSAN APA?"

      Semua pasti udah tau kan kalo ITB itu menerapkan sistem TPB (Tahap Persiapan Bersama). Pada tahap ini semua mahasiswa menerima mata kuliah paket yang telah ditetapkan untuk setiap fakultasnya. Jadi jangan salah kalo kuliah itu dipikir ga ketemu matematika, fisika, dan kimia. Pada saat TPB kita akan mengisi kuisoner penjurusan selama 3 kali dalam 2 semester. Tujuannya untuk melihat minat mahasiswa yang akan masuk jurusan pada saat TPB berakhir. Ada banyak pilihan jurusan yang tersedia dan berbeda-beda jumlahnya pada tiap-tiap fakultas. Berhubung gue di SAPPK maka pilihan jurusan yang tersedia hanya dua, yaitu arsitektur dan planologi.

      Pada awalnya gue bercita-cita jadi arsitek sejak SMP kelas 2, "gue pengen jadi arsitek biar bisa tetep kerja sambil prioritas keluarga", itu pikiran jaman SMP. Pas SMA gue tetep pengen jadi arsitek karena gue emang suka gambar pada dasarnya, dan menurut gue kalo jurusan arsitektur itu ga terlalu teknik. Maka dari itu disetiap pilihan jurusan saat ujian masuk universitas negeri, baik SIMAK UI, USM ITB, UMB, dan SNMPTN gue selalu pilih hanya ARSITEKTUR tanpa ada yang lainnya. Bisa dibilang itu pertaruhan karena gue ga ada cadangan sama sekali. Walaupun begitu gue pernah ikut psikotes dan saat itu gue harus milih jurusan yang gue ingin dan harus 3, lalu gue isi arsitektur,planologi, dan farmasi. Hasilnya gue sama sekali ga cocok masuk farmasi, tapi gue cocok masuk arsitektur atau planologi. Beruntungnya gue diterima di SAPPK ITB yang notabennya jurusan arsitektur dan planologi, pas banget kan tuh sama hasil psikotes gue ahahaha. 

      Pada saat pengisian kuisioner pertama tanpa pikir panjang gue langsung pilih arsitektur. Pada saat itu gue seperti memakai kacamata kuda yang cuma bisa liat lurus ke depan dan objek di depan itu arsitektur. Pikiran gue belom terbuka sama sekali untuk planologi (apaan tuh plano? ga peduli). Lalu pada saat semester berakhir gue mencari tahu sedikit-sedikit mengenai planologi itb serta prospek kerjanya, tentu saja googling dan ternyata lumayan menarik perhatian gue. Walaupun belom 100 persen tapi pilihan gue berubah ke planologi, dan akhirnya pada kuisioner kedua gue pilih planologi dengan hati yang belom total. Tekpres pun belom membantu gue untuk totalitas ke arah plano, karena tugasnya yang agak gimana gitu. Beruntung ada SKETSA (Semangat Kebersamaan Interaksi SAPPK). Pada sketsa dikenalkan prodi arsitektur dan planologi dari kacamata mahasiswa, lalu prospek kerja, serta himpunan di dalamnya. Dalam waktu 3 hari materi mengenai jurusan gue semakin yakin, bahkan saat ini 100 persen gue pengen masuk planologi. Karena ternyata arsi sepertinya bukan gue banget deh, dan planologi itu menarik dan ternyata ketertarikan gue selama ini ada di jurusan plano. Meskipun ada beberapa halangan terkait mata kuliah yang bukunya tebel2, pelajaran hukum dkk, tapi gue insya Allah akan enjoy kuliah di jurusan planologi. Pada kuisioner ketiga which is baru dibuka tanggal 4 kemarin akhirnya gue memilih planologi. 

     Banyak yang bilang gue arsi banget, masuk arsi aja, dll. Dari temen SMA gue sampe temen kuliah ga percaya waktu gue tiba2 pindah pilihan jurusan. Mereka ga percaya seorang gue yang arsi dari jaman dulu tiba2 pindah haluan dengan sangat cepat. Gue pun agak-agak sanksi sama perubahan ini, namun ternyata gue semakin kesini semakin yakin akan pilihan gue yaitu planologi. Cita-cita gue waktu SMA yaitu "membangun kota-kota di Indonesia agar persebaran penduduk merata". Intinya gue berharap bisa membangun kota-kota berpotensi untuk jadi kota yang mempunyai identitas diri, selain jakarta yang terkenal kemacetannya atau bandung yang terkenal factory outlet nya. Ternyata cita-cita itu akan lebih mudah dicapai apabila gue masuk planologi dibandingkan arsitektur. 

Gue ingin jadi orang yang merencanakan sesuatu (planner) 
dibandingkan jadi orang yang merancang sesuatu (architect)

Merencanakan suatu kota/wilayah berarti kita juga merencanakan kegiatan apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh orang yang menempati daerah tersebut.





    

May 8, 2011

Semester 2 TPB SAPPK 2010

      Pertama tama gue mau nyampah dulu. Ternyata gue udah hampir 7 bulan ga nge-post. kenapa?? apakah TPB sibuk banget? jawabannya adalah lumayan sibuk tapi ga mempengaruhi intensitas main-main juga sih. Ya intinya gue nya yang ga menyempatkan diri untuk nge-post hahaha. Sekali lagi ini ga penting. Naon Ceunah Maneh Weh tes, yang artinya apa kata lo deh tes (sekedar informasi, ini broken sunda ya wahai kawan2)

      Pada semester 2 ini gue mengalami lumayan banyak perubahan terutama dalam cara belajar. Orang yang kenal gue pasti akan merasakan perubahan yang signifikan tersebut. (iya apa? -___-). Awal semester 2 gue langsung tancap gas untuk belajar berkaca dari hasil semester 1 yang sama sekali tidak memuaskan. Tapi gue ga menyerah dan mau berusaha untuk memperbaiki hal itu sebisa gue. Pelajaran semester ini ga beda jauh dengan semester kemarin, cuma perbedaannya hanya di tekpres, pti, ttki, dan kpip.

      Apakah tekpres itu? Tekpres adalah Teknik Komunikasi dan Presentasi yang merupakan mata kuliah khusus dari prodi SAPPK. Kita belajar tekpres planologi 3 bulan dan tekpres arsitektur 3 bulan.Perbedaannya cukup kontras, pada tekpres arsitektur kita dikasih tugas menggambar setiap minggu dan harus dikumpulkan setiap minggu pula. Dampak yang diberikan oleh tekpres ini seperti kurang tidur, stress, mata berkantung, dan hectic pastinya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang tidur di kelas gara2 ngantuk abis ngerjain tekpres hahaha. Bahkan waktu untuk belajar UTS pun terbuang gara2 sebuah tugas menggambar dan kawan2nya itu. Sedangkan tekpres plano yang berbeda menyajikan tugas dengan santai. Tugas pertama baru diberikan minggu kedua dan waktu pengumpulan tugas 2 minggu dari pemberian tugas. Jenis tugas yang diberikan yaitu bikin tabel, grafik, flowchart, esai, album A3 kemlompok, serta presentasi. Memang tugas2 ini tidak membuat kita mengalami masalah kurang tidur, tapi permasalahan yang ditimbulkan diantaranya hectic pada saat minggu2 terakhir karena saking santainya kita jadi males mengerjakan tugas tersebut. Dan tugas yang jadi puncaknya itu adalah album A3 dari observasi kelompok. Intinya sih semester ini lebih ribet dan tugas bertambah dibanding semester 1.

      Cukup dengan pembicaraan tentang akademik, bosen banget ngeliatnya hahaha. Nah sekarang gue mau cerita di semester 2 ada acara apa aja yang gue alami. Pertama-tama pada bulan februari ada makrab sappk 2010 di cikole.

poster makrab

persiapan games

suasana di tenda cewe


 Lalu kemudian pada bulan maret ada TPB cup 2011, yaitu kejuaraan basket, futsal, voli, dan bulu tangkis antar fakultas TPB ITB.
basket sappk bersama supporter

tim futsal sappk 2010
Hasil yang kami (SAPPK ITB 2010) peroleh yaitu JUARA III futsal dan basket putri, yang putra mencapai perempat final TPB cup futsal (2 tim) dan voli.
basket sappk+medali
 [Maaf ya foto yang futsal dengan medali ga ada hehehehe]

yang ikut basket dan fusal sekaligus
Bisa dikatakan cewe sappk itu spesialis juara 3 hahaha, walaupun begitu kita tetep bersyukur apapun hasilnya dan ambil sisi positifnya yaitu kita semua berjuang bersama dan semakin dekat dengan teman2 satu fakultas (pemain maupun supporter).
Yang paling terngiang di telinga waktu TPB cup yaitu yel yel kami ahahaha

   " we got the s-a-pp-k, we got the sapek sapek go go go!!! " 

    " S-A-PP-K  nu aing (nu aing), bantailah lawanmu... eooo, eooo, eooo "

   " SAPPK ROSO! ROSO! ROSO! "

Kegiatan-kegiatan itu hanya beberapa dari kegiatan yang kami lakukan. Kebersamaan kami tidak hanya sekedar saat senang, namun saat sedih pun kami selalu berjuang bersama. Gue sayang kalian semua, kalian adalah keluarga besar gue :D. Mari kita sukseskan FINPRO kita!!!! 

tag line #supernova
danus sappk 2010 di car free day

SUPERNOVA
(Sampah Untuk Pergerakan Inovatif)
oleh
SAPPK 2010
Coming Soon!
21 Mei 2011
Lapangan Cinta ITB